JOMBANG, FaktualNews.co – Gudang kosong pengilinggan padi yang terletak di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang mendadak menjadi sorotan masyarakat sekitar. Pasalnya dari Informasi yang diterima wartawan Kabar Jombang (KFM), gudang penggilingan padi tersebut dahulunya milik orang Sentul, Tembelang namun gudang  tersebut sudah di jual kepada orang Pati Jawa Tengah dan kini gudang penggilingan padi itu diduga dijadikan  gudang penimbunan minyak goreng merk minyak kita.

Menurut narasumber warga sekitar yang engan disebutkan namanya mengatakan  kalau gudang pengilinggan padi tersebut sudah dijual dan dibeli orang Pati, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar mencurigai  gudang tersebut di gunakan untuk menimbun miyak goreng merk minyakita. Di dalam gudang tersebut jumlahnya kurang lebih ratusan minyak yang dikemas dalam kardus kemudian ditumpuk rapi memenuhi gudang penggilingan padi. Warga sekitar tidak ada yang tahu kalau gudang tersebut tempat penyimpanan miyak goreng, pasalnya setiap pengiriman atau pengambilan di malam hari dan itu sudah terjadi sejak lama. “Dengan adanya hal tersebut masyarakat sudah mulai curiga jangan jangan gudang itu untuk menimbun minyak goreng, mengingat saat ini harga kebutuhan pangan  di bulan suci Ramadan dan menjelang hari Raya idul Fitri 1446 H mengalami kenaikan bersamaan dengan beberpa kebutuhan lainya,” jelas narasumber pada selasa (4/3/2025).

Bangunan yang dulu sebagai penggilingan padi kini beralih fungsi jadi tempat penimbunan minyak goreng merek minyakita.

 

Narasumber ini juga mengungkapan, baru-baru ini di wilayah Jawah Tengah muncul di media  lagi marak miyak goreng merek minyakita di palsukan. “Wajar kalau masyarakat curiga seperti itu soalnya gudangnya tertutup tidak ada aktifitas, sekelas penjaga pun juga tidak ada  maka dari itu Aparat penegak hukum (APH) harus segera turun tanggan untuk mengecek gudang tersebut supaya persolan ini jelas biar tidak meresahkan masyarakat , “ jelasnya pada KabarJombang (KFM).

Terpisah Kepala Desa Jatiwates, Ayudin Karomin saat dikonfirmasi persoalan tersebut mengatakan jika gudang pengilinggan padi  tersebut awalnya milik orang Desa Sentul, Tembelang terus dijual kepada orang Pati Jawa Tengah. Untuk saat ini penggilingan padi tersebut sudah tidak berfungsi lagi. “Informasi yang masuk ke kami dibuat gudang minyak goreng merk Minyakita sejak tahun 2024 persisnya  bulan berapa kurang tau, dari informasi orang penyari rumput sempat mengintip ke dalam gudang  yang menyampaikan ke saya jika di dalam gudang tersebut banyak tumpukan miyang goreng merk minyakita kemasan kardusan yang di tumpuk rapi memenuhi gudang,” terangnya. Untuk sampai saat ini pemilik gudang pengilinggan padi yang baru belum pernah lapor atau minta izin usaha, pihak desa pun juga kesulitan saat akan menagih pajak karena pemiliknya tidak pernah ada, sampai saat ini pihak desa juga belum melakukan cek ke gudang.

“Lebih jelasnya silahkan cek ke gudangnya langsung masih ada atau tidak tumpukan minyaknya karena bisa dilihat dari sela sela pintu gudang,” katanya pada KabarJombang di ruang kerjanya selasa (4/3/2025). Saat wartawan KabarJombang mendatangi gudang penggilingan padi yang dimaksud pada Selasa (4/3/2025), bangunan itu kini benar telah beralihfungsi untuk menyimpan minyak goreng. Nampak gudang tidak terawat, penjaganyapun juga tidak ada, gudang terkesan mangkrak. Terpantau di lokasi diduga tumpukan miyak goreng dengan merk minyakita tertata rapi dalam bungkus kardus.