KEDIRI, FaktualNews.co – Mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri berkolaborasi dengan mahasiswa dari Taiwan untuk mendorong produk lokal, khususnya Tenun Ikat Kediri, agar mampu bersaing di pasar internasional. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui ajang Business Competition yang menjadi bagian dari rangkaian Summer Camp 2026 di Kampus UNP Kediri, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini mempertemukan 22 mahasiswa dari National Yunlin University of Science and Technology (YUNTECH) Taiwan dengan 15 mahasiswa kelas internasional UNP Kediri. Mereka dibagi ke dalam sejumlah kelompok lintas negara dan ditantang menyusun strategi bisnis guna membawa produk unggulan Kediri menembus pasar global.

Mengusung tema “Connecting Local Product to Global Market through Digital Small Medium Enterprises”, kompetisi ini berfokus pada pengembangan pemasaran produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP Kediri, Dr. Amin Tohari, M.Pd., menjelaskan seluruh peserta sengaja dipadukan dalam kelompok yang beranggotakan mahasiswa Indonesia dan Taiwan. Meski baru pertama kali bertemu secara langsung, mereka telah berkomunikasi dan berdiskusi melalui WhatsApp Group sebelum kegiatan dimulai.

“Meskipun sebelumnya belum pernah bertemu secara fisik, melalui WhatsApp Group mereka sudah kami berikan briefing sehingga saat bertemu di sini proses diskusinya sudah berjalan dengan baik,” ujar Amin.

Setiap kelompok diwajibkan menyusun proposal bisnis (business plan) yang kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri profesional menggunakan media presentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan inovasi, kelayakan bisnis, serta potensi pengembangan produk di pasar internasional.

Menurut Amin, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membangun wawasan global, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, serta memperluas jejaring internasional.

Salah satu produk unggulan yang menjadi fokus pembahasan dalam kompetisi tersebut adalah Tenun Ikat Kediri. Produk kerajinan khas daerah itu dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan inovasi, terutama dalam aspek pemasaran digital.

Elisiana, mahasiswa semester enam UNP Kediri, menilai promosi tenun ikat melalui platform digital masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Tenun ikat Kediri sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik. Yang masih perlu diperkuat adalah pemasaran secara online karena saat ini pasar digital berkembang sangat pesat,” katanya.

Ia juga berharap para pengrajin dapat menjalin kolaborasi dengan desainer nasional maupun internasional agar produk tenun ikat tidak hanya dipasarkan dalam bentuk kain, tetapi juga diolah menjadi produk fesyen yang memiliki nilai tambah dan berpeluang menembus pasar ekspor.

Sementara itu, Angel, mahasiswa semester tujuh YUNTECH Taiwan, mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan UNP Kediri serta keramahan masyarakat setempat. Ia juga mengaku baru pertama kali mengenal Tenun Ikat Kediri dan langsung tertarik dengan kualitas kain tersebut.

“Ini pertama kalinya saya mengenal tenun ikat Kediri. Kami bahkan diberi selembar kain tenun sebagai kenang-kenangan. Bahannya terasa nyaman dan motifnya sangat indah,” ungkap Angel.

Menurutnya, pengalaman belajar di Kediri menjadi sangat berkesan karena selain mendapatkan wawasan baru mengenai budaya lokal, ia juga merasakan suasana yang ramah dan bersahabat.

Pada akhir kompetisi, Kelompok Empat berhasil meraih juara pertama setelah dinilai mampu menyajikan konsep bisnis terbaik. Kelompok tersebut diperkuat oleh Elisiana dan Angel yang menggabungkan pemahaman terhadap potensi Tenun Ikat Kediri dengan perspektif pemasaran global.

Melalui kolaborasi internasional ini, UNP Kediri berharap dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya Tenun Ikat Kediri.