KEDIRI, FaktualNews.co – Untuk merefleksikan program Presiden Prabowo terkait melestarikan alam, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kediri menggelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri melalui kegiatan pelayanan bank sampah.

Program yang juga melibatkan warga masyarakat ini, menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya mengedukasi warga agar sampah memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Ploso Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Jumat (31/7/2026) dan disambut antusias masyarakat.

Warga membawa sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, hingga kertas untuk ditimbang dan ditukarkan melalui sistem bank sampah.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri, M. Zaini mengatakan, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat ke-25 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar budaya memilah dan mengelola sampah dapat tumbuh sejak dari lingkungan keluarga.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya bisa memberikan manfaat jika dikelola dengan baik,” ujar Moh Zaini, ketua DPC Demokrat Kabupaten Kediri.

Sekretaris KPTS, Umi Nafisa menjelaskan, kolaborasi pelayanan bank sampah ini diharapkan mampu membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

Selain mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program tersebut juga memberi manfaat ekonomi karena sampah yang disetor warga memiliki nilai jual.

“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa memilah sampah bukan hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga bisa menjadi tambahan nilai ekonomi bagi keluarga,” katanya.

Salah seorang peserta, Sumarlin (60), warga setempat mengaku senang dengan adanya pelayanan bank sampah tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memudahkan masyarakat untuk menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai jual.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak warga yang terbiasa mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah.

“Kegiatan ini sangat bagus. Lingkungan jadi lebih bersih, sampah juga tidak terbuang sia-sia. Kalau bisa rutin diadakan supaya masyarakat semakin peduli,” tuturnya.