Paus Bobot 13 Ton Terdampar di Pantai Jember
JEMBER, FaktualNews.co – Hewan mamalia paus sepanjang kurang lebih 20 meter dan bobot 13 ton ditemukan tewas dan terdampar di Pantai Nyamplong Kobong, Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada rabu (4/12/2024) kemarin. Bangkai hewan malang paus itu ditemukan pertama kali oleh nelayan dan warga setempat. Berawal dari munculnya bau busuk dan menyengat yang dirasakan warga. Terkait penemuan bangkai paus itu, menurut KBO Satpolairud Aiptu Agus Riyanto, Polairud bersama relawan, dan BKSDA setempat berupaya untuk melakukan evakuasi dan proses pemakaman bangkai hewan tersebut.
Terkait hal itu, kata Agus, hingga Kamis (5/12/2024) proses tersebut masih dilakukan. Karena petugas kesulitan untuk melakukan proses evakuasi. “Terkait proses evakuasi masih kami lakukan sampai hari ini. Karena ukuran hewannya yang besar. Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa, terkait dengan proses evakuasi. Keputusan akhirnya akan dilakukan dengan penguburan bangkai Paus ini,” ujar Agus saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Lanjutnya, dalam upaya penguburan bangkai paus tersebut, terdapat satu kendala yaitu kurangnya alat berat.
“Ternyata dalam proses penguburan ini, alat yang digunakan terlalu kecil dan kurang efektif, sehingga kami menunggu alat berat dari Dinas PU,” sambungnya. Senada dengan Agus, Kepala BKSDA Jember Ariyanti juga mengatakan, proses penguburan tersebut terkendala dengan alat berat yang digunakan. “Pada tahap awal, sudah dilakukan proses evakuasi dengan satu alat berat, tetapi masih tidak mampu, sehingga didatangkan lagi satu alat berat yang lebih besar lagi, agar proses penguburan bangkai Mamalia laut ini, bisa berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Sementara itu menurut Anggota Relawan Barat Daya Vicky Septian, terkait penemuan bangkai paus tersebut. Diduga hewan mamalia malang itu sudah mati cukup lama di tengah laut. “Hewan malang itu diduga awalnya mati di laut sekitar seminggu yang lalu. Kemudian terdampar di pantai ini,” kata Vicky saat dikonfirmasi terpisah. Dari penemuan bangkai paus itu, kata Vicky, dilanjutkan dengan koordinasi dengan pihak terkait. “Sehingga diputuskan untuk dikuburkan di pantai ini. Karena kalau akan dievakuasi juga sulit. Alat berat itu, nanti untuk membantu proses penguburan bangkai ini,” imbuhnya.


