JOMBANG, FaktualNews.co-Salah satu wali murid SDN Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya pada Jumat (12/12/2025).

Wali murid yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku menemukan roti berjamur serta buah salak yang sudah busuk dalam paket MBG kering yang dibagikan kepada siswa.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kayangan selaku penyedia menu MBG di SDN Puton menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid dan pihak sekolah.

SPPG Kayangan menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan sama sekali.

Pihak SPPG Kayangan mengaku selama ini telah menerapkan proses sortir dan quality control terhadap seluruh bahan makanan yang masuk dari supplier, termasuk seleksi pemasok yang dinilai terbaik. Namun demikian, mereka tetap bertanggung jawab atas keluhan yang terjadi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Kayangan berkomitmen mengganti seluruh menu kering yang dikeluhkan pada Jumat (12/12/2025). Penggantian tersebut direalisasikan pada Senin (15/12/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Senin (15/12/2025), SPPG Kayangan telah mendistribusikan paket pengganti berupa menu MBG kering yang berisi beberapa butir buah kelengkeng serta sepotong roti yang dikemas dalam plastik dan handbag.

Dengan demikian, pada hari tersebut siswa SDN Puton menerima dua porsi MBG, yakni menu basah seperti biasa dalam ompreng, serta menu kering pengganti dari hari Jumat.

Seorang Ahli Gizi di SPPG Kayangan yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa pihaknya mengakui adanya kelalaian dalam proses pengemasan menu kering.

“Pertama-tama kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian kami dalam proses packing bahan makanan atau menu kering tersebut. Kami juga berterima kasih atas keluhan ini karena menjadi bahan evaluasi agar ke depan kami lebih berhati-hati dan teliti,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya proses sortir bahan makanan sudah dilakukan sejak bahan datang dari supplier.

Namun, diduga terjadi miskomunikasi antara pihak pengirim dan penerima sehingga bahan makanan tidak tersimpan pada suhu yang semestinya.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami mengganti menu kering tersebut dengan roti yang lebih layak konsumsi dan lebih baru pada hari Senin (15/12/2025). Ke depan kami akan lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan serta memastikan penyimpanan dan suhu berada dalam batas aman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN Puton, Ekwan, menyampaikan bahwa secara umum program MBG sangat membantu siswa dan wali murid sejak awal pelaksanaannya.