96 SPPG Tulungagung Diperiksa, Mayoritas IPAL Tak Cukup Menampung Limbah
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Persoalan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi salah satu temuan dalam pemeriksaan puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung mencatat, dari total 129 dapur SPPG yang tersebar di wilayah tersebut, sebanyak 96 dapur telah menjalani inspeksi IPAL. Dari pemeriksaan itu, mayoritas ditemukan memiliki kendala pada kapasitas penampungan maupun pengolahan limbah yang dinilai belum memadai.
Plt. Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto mengatakan, pihaknya telah menerjunkan Tim Pengawas Teknis untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi IPAL di dapur-dapur SPPG.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah sistem pengolahan limbah yang tersedia telah memenuhi standar lingkungan atau masih membutuhkan perbaikan.
“Kami setiap hari terus memberikan sosialisasi dan pemeriksaan IPAL pada setiap SPPG di Tulungagung,” kata Anang Pratistianto, Senin (10/8/2026).
Dari 129 dapur SPPG, sebanyak 96 lokasi telah menjalani inspeksi. Salah satu persoalan yang paling banyak ditemukan adalah kapasitas IPAL yang tidak sebanding dengan kebutuhan pengolahan limbah dari aktivitas dapur SPPG.
Menurut Anang, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapasitas penampungan dan pengolahan yang tidak mencukupi dapat memengaruhi optimalisasi proses pengolahan limbah.
Atas temuan tersebut, DLH Tulungagung meminta pengelola SPPG melakukan penambahan kapasitas IPAL. Langkah perbaikan itu diperlukan agar sistem pengolahan limbah dapat bekerja secara optimal dan memenuhi ketentuan kelayakan lingkungan.
“Selain inspeksi lapangan rutin sebanyak tiga hingga empat lokasi per hari, kami juga memanggil pihak SPPG untuk kami beri arahan di kantor DLH,” ungkapnya.
Namun, dari puluhan dapur yang telah diperiksa, baru 24 SPPG yang menyerahkan laporan terkait perbaikan IPAL kepada DLH Tulungagung.
Laporan tersebut selanjutnya masih dalam proses verifikasi. DLH juga melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan perbaikan yang dilakukan telah sesuai dengan hasil temuan saat inspeksi.
Di sisi lain, proses pengawasan terhadap seluruh SPPG belum dapat dilakukan secara menyeluruh. DLH Tulungagung mengakui masih terdapat sejumlah dapur SPPG yang belum terjangkau pemeriksaan petugas.
Wilayah selatan Tulungagung menjadi salah satu kawasan yang belum seluruhnya tersentuh inspeksi. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Campurdarat, Bandung, Besuki dan wilayah lainnya.
Keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu kendala DLH dalam mempercepat pemeriksaan terhadap seluruh dapur SPPG yang ada di Tulungagung.
“Kami keterbatasan sumber daya manusia, sehingga ada wilayah yang belum terjangkau inspeksi terutama di selatan Tulungagung,” pungkasnya.





