Janji Tampil Tempo Dulu, Bazar Tulungagung Bernostalgia Malah Kekinian
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Bazar Tulungagung Bernostalgia yang digelar di Alun-alun setempat ditundung melenceng dari tema. Bazar yang sebelumnya diklaim bernuansa tempo dulu era 90-an ini malah terkesan tampil kekinian dan tidak sesuai harapan.
Koordinator Ketua Panitia Tulungagung Nostalgia, Maharani Litasar mengatakan, bazar ini digelar selama tiga hari mulai Jumat (7/8/2026) sampai Minggu (9/8/2026). Terdapat sebanyak 216 lapak makanan dan UMKM dari target awal sebanyak 600 stan.
“Setiap pendaftar wajib melampirkan KTP Tulungagung, karena kami memprioritaskan pelaku UMKM lokal untuk berpartisipasi pada kegiatan ini,” kata Maharani Litasari, Jumat (7/8/2026).
Awalnya, Bazar Tulungagung Bernostalgia ini 100 persen ditargetkan mampu menghadirkan kuliner jadul. Namun pihak panitia mengaku kesulitan menampilkan beragam produk makanan tempo dulu.
Meski begitu, panitia telah melakukan penataan terhadap lokasi stan untuk pelaku UMKM dengan cara memisahkan area kuliner jadul dan kuliner modern. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk menghindari persaingan.
“Kami menyadari jika kuliner jadul dan kuliner modern ini memiliki peminatnya masing-masing, sehingga kami pisahkan area keduanya agar tidak terlalu timpang,” ungkapnya.
Selain itu, bagi setiap pelaku UMKM yang berjualan juga diwajibabkan untuk menampilkan daftar harga secara transparan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah harga jual barang yang tidak sesuai, akibat ulah pedagang nakal yang mengalihkan lapak kepada pedagang lain.
Pihak panitia juga sudah membuat Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan para pelaku UMKM. Apabila terbukti harga jual makanan tidak sesuai dengan ketentuan atau melanggar kesepakatan akan dikenakan sanksi tegas.
“Biaya resmi dari panitia untuk menempati stan disini senilai Rp600 ribu sudah mencakup fasilitas tenda dan listrik. Kami tegas akan mencabut hak sewa stan apabila melanggar kesepakatan harga,” pungkasnya.
Perlu diketahui, bazar serupa sempat digelar di Tulungagung pada tanggal 27-30 November 2025 dengan tajuk ‘Tulungagung Jadul’ ditempat yang sama, yakni di Alun-Alun. Namun kegiatan bazar ini juga menuai kritik karena hanya sedikit stan makanan jadul serta harga makanan yang dijual terlalu mahal.





