Pesantren Sehat, Kemenkes-Kemenag Genjot Peran Poskestren di Kediri
KEDIRI, FaktualNews.co – Lingkungan pesantren yang sehat kini bukan lagi sekadar wacana. Langkah konkret digencarkan melalui Orientasi Pendampingan Pesantren Sehat yang dihelat di Aula Pondok Pesantren Al Ma’ruf, Jalan KH. Wachid Hasyim Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Selasa (4/8/2026).
Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan Kota Kediri ini menghadirkan Kepala Puskesmas Sukorame, Melda Nisrina, bersama tim Dinkes, serta Kasi Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kota Kediri, Ahmad Rofiuddin Faruq.
Keduanya turun langsung membekali para santri agar makin Melek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperkuat Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).
Di hadapan para santri, dr. Melda Nisrina menekankan pentingnya membangun benteng pencegahan sejak dini. Kesehatan dipandang bukan sekadar terbebas dari penyakit, melainkan bagaimana kebiasaan harian dibentuk ke arah yang lebih positif.
”Kesehatan bukan hanya berarti tidak sakit. Penyakit sering kali berawal dari perilaku yang kurang sehat. Karena itu, kami ingin memberikan edukasi agar para santri memiliki pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” ujar dr. Melda Nisrina.
Ia juga menyoroti tantangan gaya hidup modern yang kerap mengancam generasi muda jika diabaikan begitu saja.
”Pola hidup menjadi salah satu tantangan kesehatan saat ini. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran menjaga kesehatan menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk pada usia muda,” tambah Imelda.
Dari sudut pandang keagamaan, Ahmad Rofiuddin Faruq mengingatkan bahwa substansi hidup bersih sejatinya sudah mendarah daging dalam ajaran Islam yang rutin dikaji para santri melalui Al-Qur’an, hadis, dan kitab salaf. Poskestren hadir sebagai jembatan untuk mengejewantahkan nilai-nilai tersebut ke dalam rutinitas harian.
”Kami berharap Poskestren di Pondok Pesantren Al Ma’ruf semakin berkembang, memiliki sekretariat yang jelas, administrasi yang tertata, peralatan kesehatan dasar yang memadai, serta dikelola oleh pengurus santri yang aktif sehingga pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren dapat berjalan optimal,” ungkap Faruq.





