Bulan Imunisasi, Pelajar di Kota Kediri Bakal Dapat Vaksin Lanjutan
KEDIRI, FaktualNews.co – Menyongsong perhelatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan serentak mulai Agustus hingga November mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri langsung merapatkan barisan dengan membekali 170 guru PJOK, UKS, serta lintas OPD lewat forum koordinasi strategis, Selasa (8/7/2026).
Langkah taktis ini ditempuh demi meredam potensi penurunan kekebalan tubuh anak sekaligus menggenjot cakupan perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Hamida, menekankan bahwa peran aktif satuan pendidikan menjadi kunci utama agar program ini tepat sasaran.
“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Melalui rapat koordinasi ini, perwakilan sekolah diharapkan turut menyukseskan pelaksanaan BIAS mulai dari menyiapkan data sasaran peserta imunisasi, membantu pendataan siswa, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi baik untuk siswa maupun orang tua atau wali murid mengenai pentingnya imunisasi,” terangnya.
Sebagai catatan, rangkaian BIAS memfokuskan pemberian dosis penguat (booster) berupa vaksin Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), hingga vaksin Human Papillomavirus (HPV) khusus siswi perempuan guna membentengi diri sejak dini dari ancaman kanker serviks.
Mengingat tingginya biaya mandiri di luar sana, dr. Hamida turut mendorong para orang tua agar memanfaatkan momentum emas ini sebaik-baiknya.
“Harga vaksin HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan tergolong mahal dan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosis yang diperlukan. Oleh karena itu, manfaaatkan program BIAS ini karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa mendapatkan vaksin secara gratis,” ujarnya.
Sebelum buah hati disuntik vaksin, pihak sekolah dan orang tua wajib memastikan kondisi fisik anak benar-benar prima serta merampungkan pengisian formulir skrining kesehatan.
“Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Dengan mengikuti imunisasi, dapat memperkuat kekebalan tubuh anak, melindungi dari penyakit berbahaya, serta mendukung lingkungan sekolah yang sehat,” jelas dr. Hamida.
Antusiasme tinggi turut menggema di tingkat satuan pendidikan.





