KEDIRI, FaktualNews.co – Cuaca ekstrem yang mengguyur Kota Kediri dalam beberapa hari terakhir memakan korban materi. Rumah milik Taji, warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, dilaporkan ambruk pada bagian atap akibat tak kuat menahan beban air hujan, Selasa (31/3/2026) malam.

Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kelurahan Pakunden bergerak cepat dengan mengusulkan perbaikan melalui jalur khusus. Mengingat anggaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) reguler tahun ini sudah tersusun, pihak kelurahan akan bersurat langsung kepada Wali Kota Kediri agar perbaikan bisa didanai melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kami akan segera bersurat kepada Ibu Wali Kota. Harapannya, rumah Bapak Taji bisa diperbaiki menggunakan dana bencana atau BTT agar penanganannya lebih cepat dan korban bisa segera kembali menempati hunian yang layak,” ujar Kepala Kelurahan Pakunden, Lingga Gunawan, Rabu (1/4/2026).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, tepat saat warga dan perangkat kelurahan tengah melangsungkan acara halalbihalal. Laporan dari Ketua RW setempat, diterima pihak kelurahan pada pukul 23.07 WIB.

Begitu mendapat kabar, Lurah Lingga Gunawan yang saat itu sedang bersama Camat Pesantren langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan peninjauan darurat malam itu juga.

Kombinasi struktur rangka kayu yang sudah lapuk dimakan usia serta beban genteng yang tua dan terus-menerus menyerap air hujan intensitas tinggi diduga menjadi pemicunya.

Beruntung, saat kejadian Taji sedang berada di luar bangunan sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Pada Rabu pagi, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan Babinsa, Camat, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri.

Tim asesmen BPBD yang dipimpin oleh perwakilan Kalaksa BPBD, Joko Arianto, telah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi teknis. Selain itu, konsultasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga telah dilakukan untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat.

“Tim dari BPBD sudah melakukan verifikasi lapangan hari ini. Kami terus berupaya maksimal agar warga yang terdampak cuaca ekstrem ini segera mendapat kepastian bantuan,” pungkas Lingga.