Produk Kerajinan Situbondo Dibidik Pasar Ekspor, Identitas Daerah Masih Jadi Persoalan
SITUBONDO, FaktualNews.co – Produk kerajinan asal Kabupaten Situbondo didorong untuk memperluas pasar hingga mancanegara. Namun, upaya tersebut masih menghadapi persoalan identitas produk, terutama ketika hasil kerajinan asal Situbondo dipasarkan di daerah lain dengan menggunakan nama daerah tujuan.
Persoalan tersebut disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Situbondo masa bakti 2025–2030, Senin (10/8/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan, Situbondo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan banyak pelaku UMKM. Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan penguatan identitas produk agar hasil produksi pelaku usaha tidak kehilangan nama daerah asal ketika masuk ke pasar yang lebih luas.
“Bagaimana caranya supaya ini bisa ekspor? Supaya under name-nya tetap Situbondo,” ujar Mas Rio.
Ia mencontohkan sejumlah produk kerajinan Situbondo yang dikirim ke daerah lain. Namun, ketika produk tersebut dipasarkan, identitas yang digunakan justru nama daerah tujuan.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena produk yang dihasilkan pelaku usaha Situbondo seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi penjualan, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat memberikan nilai tambah bagi daerah asal.
Untuk itu, Dekranasda bersama pemerintah daerah dan sektor perbankan didorong memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut antara lain menyangkut pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, hingga persiapan untuk membuka akses pasar ekspor.
Selain persoalan legalitas, pola pemasaran juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Bupati meminta pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pameran konvensional, tetapi mulai memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Platform seperti TikTok, Instagram hingga live selling dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli.
“Sebagus apa pun produknya, kalau tidak disentuh dengan digital marketing, perkembangannya akan berat,” ujarnya.
Dekranasda Akan Petakan Pelaku IKM
Sementara itu, Ketua Dekranasda Situbondo, Husna Laili, mengatakan pihaknya akan melakukan inventarisasi dan klasifikasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor kerajinan.
Pemetaan tersebut akan membagi pelaku usaha berdasarkan tahap perkembangannya, mulai dari pelaku usaha pemula hingga mereka yang dinilai sudah memiliki kesiapan untuk masuk pasar ekspor.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing pelaku usaha, termasuk dalam hal pendampingan dan pemasaran.
Dekranasda juga menyiapkan Gedung IKM di kawasan Pasir Putih sebagai tempat display product. Selain itu, mini galeri di Pendopo Aryo akan dimanfaatkan untuk menampilkan produk-produk unggulan yang telah melalui proses kurasi.
“Dari sisi pemasaran, Dekranasda akan mengaktifkan kembali situs web resmi untuk memperkuat promosi digital melalui Instagram dan TikTok,” ujar Husna Laili, yang akrab disapa Mbak Una.
Ia menambahkan, sejumlah produk yang saat ini sudah berada pada tahap ekspor akan terus didorong agar memiliki akses pasar yang lebih luas. Menurutnya, pemasaran produk tersebut tidak hanya diarahkan ke satu negara.
“Produk yang memang sudah berada pada tahap ekspor akan terus kita dorong, tidak hanya terbatas ke satu negara saja. Pihaknya juga akan membuka peluang lebih luas,” katanya.
Dorongan untuk membawa produk kerajinan Situbondo ke pasar ekspor pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjual produk ke luar negeri. Persoalan lain yang perlu dijawab adalah bagaimana produk tersebut tetap membawa identitas daerah asal dan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha serta daerah Situbondo.





