Ribuan Warga Padati Pagelaran Wayang Kulit Dies Natalis ke-49 UNP Kediri
KEDIRI, FaktualNews.co – Ribuan warga, mahasiswa, dan civitas academica memadati halaman Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Kamis (6/8/2026) malam. Mereka menikmati pagelaran wayang kulit yang menjadi rangkaian puncak peringatan Dies Natalis ke-49 kampus tersebut.
Pagelaran yang terbuka untuk masyarakat ini menghadirkan dalang Ki Sun Gondrong dengan lakon Wahyu Godo Inten. Suasana semakin meriah dengan penampilan komedian Jawa Timur Cak Percil bersama grupnya yang menghibur penonton sepanjang pertunjukan.
Sebelum pagelaran dimulai, UNP Kediri terlebih dahulu menyerahkan Anugerah Kampus 2026 kepada sejumlah dosen, tenaga kependidikan, program studi, dan unit kerja yang dinilai memiliki kinerja serta kontribusi terbaik dalam mendukung pengembangan kampus.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian civitas academica sekaligus bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan, tata kelola, dan layanan akademik.
Penerima Anugerah Unit Kerja Unggul diberikan kepada Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPMPSDM).
Sementara Anugerah Tenaga Kependidikan Unggul diraih Arif Erwan, Aris Rahayu, dan Danang Sasongko.
Untuk kategori Dosen Unggul, penghargaan diberikan kepada Dr. Ika Santia, M.Pd., Dr. Faisol, M.M., serta Dr. M. Anas, M.M., M.Ak.
Sedangkan Anugerah Program Studi Unggul diterima Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., mengapresiasi seluruh penerima penghargaan sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika terus meningkatkan kualitas kinerja menjelang usia emas kampus pada tahun depan.
Ia mengatakan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi dosen, tenaga kependidikan, program studi, maupun unit kerja agar terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan UNP Kediri.
“Tahun depan merupakan tahun emas Universitas Nusantara PGRI Kediri karena telah memasuki usia 50 tahun. Mari kita sambut bersama dengan meningkatkan kinerja agar kampus kita mampu mencapai performa yang maksimal,” ujarnya.
Dalam pagelaran tersebut, Ki Sun Gondrong membawakan lakon Wahyu Godo Inten yang mengisahkan perjuangan Bambang Wisanggeni, putra Arjuna, dalam membela kebenaran dan membantu keluarga Pandawa menghadapi Perang Bharatayudha.
Tokoh Wisanggeni digambarkan sebagai sosok yang menjunjung tinggi keberanian, kejujuran, serta pengabdian tanpa pamrih, nilai-nilai yang dinilai masih relevan dalam kehidupan saat ini.
Menurut Rektor, wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya sekaligus sarana menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.
“Wayang merupakan seni adiluhung bangsa Indonesia. Di sini kita tidak hanya menyaksikan tontonan, tetapi juga memperoleh tuntunan hidup. Selamat menyaksikan hingga paripurna,” kata Zainal sebelum secara resmi membuka pagelaran.
Pertunjukan berlangsung hingga dini hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antara UNP Kediri dengan masyarakat sekaligus menegaskan komitmen kampus menyongsong usia emas pada 2027.





